Rabu, 20 November 2019

How Using Causative Verb vs Non-Causative Verb?

Hello guys, in this moment I would like to share about how using Causative Verb and Non-Causative Verb. As usual, I do this task to complete my weekly journal in English Studio. Let's read it!!

Causative Verb adalah beberapa kata kerja yang mendeskripsikan bahwa seseorang menyuruh/meminta orang lain untuk melakukan sesuatu.
Causative Verb ada 4 macam, yaitu:
1. Make
Make dalam causative verb berarti memaksa/menyuruh. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + make + O + V1
Contoh:
- My mother made me buy some vegetables in the market. (Active)
- I was made by my mother to buy some vegetables in the market. (Passive)
2. Have
Have dalam causative verb berarti meminta. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + have + O + V1 (Active)
S + have + O + V3 (Passive)
Contoh:
- Eza has Nelman bring his bicycle to the office. (Active)
- Eza has his bicycle brought by Nelman to the office. (Passive)
3. Get
Get dalam causative verb berarti merayu. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + get + O + to V1 (Active)
S + get + O + V3 (Passive)
Contoh:
- The teachers get Naufal to join the event on next Sunday. (Active)
- The teachers get the event joined by Naufal on next Sunday. (Passive)

Sementara, penggunaan Non-Causative Verb sama dengan Causative Verb yakni melakukan sesuatu, namun makna dan maksudnya berbeda. Jika dalam causative verb maknanya adalah menyuruh atau meminta, di dalam non-causative verb memiliki makna membiarkan atau menolong.
Jenis non-causative verb ada 4, yakni:
1. Let
Let dalam non-causative verb berarti membiarkan. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + let + O + V1
Contoh:
- My friends let me study English in the class.
2. Help
Help dalam non-causative verb berarti membantu atau menolong. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + help + O + to V1 (Active)
S + help + O + V3 (Passive)
Contoh:
- Rahmat help Yuda to study English in the class. (Active)
- Rahmat help to study Yuda's English in the class. (Passive)
3. Allow/Permit 
Allow/Permit dalam non-causative Verb berarti Mengizinkan/Membolehkan. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + allow/permit + O + (to+V1)
Contoh:
- My brother allowed his children to play toys with their friends.
- Mr. Soleh permits Dzul to borrow his book.
4. Want
Wants dalam non-causative verb berarti menginginkan. Untuk memudahkan menyusun kalimat, kita dapat menggunakan formula:
S + want + O + (to+V1) (Active)
S + want + O +V3 (Passive)
Contoh:
- Nelman wants me to learn the history. (Active)
- Nelman wants the history learnt by me. (Passive)

Jadi begitulah sedikit penjelasan mengenai bagaimana pemakaian dan perbedaan Causative Verb vs Non-Causative Verb. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu penulis mengikuti Kelas General English di English Studio dengan tutornya Ms. Sari. Thanks :))

Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Kamis, 14 November 2019

Express Happiness in Idiom

Hello guys, in this moment I would like to explain you about Express Happiness in Idioms, but it's different with my last post which titled 'Importance of Using English Idiom'. As usual, I do this task to complete my weekly journal in English Studio. Let's read it!!

Bagaimana mengekspresikan kebahagian dengan Idiom? 

1. Having a whale of a time
Mean: to have a very fun and exciting time.
Contoh: When I arrive in Birmingham, I am having a whale of a time.
2. On cloud nine
Mean: very happy and joyful
Contoh: My mother gave me a reward when I graduated from my university.
3. On top of the world
Mean: feeling amazing, wonderful, ecstatic
Contoh: The old crown pub is one of the oldest buildings in Birmingham. It is on top of the world architecture in UK.
4. Over the moon
Mean: extremely pleased and happy
Contoh: If I can join the class, I will over the moon because I meet my old friends.
5. Like a dog with two tails
Mean: express happiness
Contoh: He lived with his step mother since he was child, and they were like a dog with two tails.

Dan masih banyak lagi idiom-idiom yang mengekspresikan kebahagian lain yang bisa kita temukan dari buku cetak maupun internet. Idiom memudahkan kita berkomunikasi atau mencerna informasi dari native speaker. Dan tidak jarang pula idiom menjadi bagian dari soal yang diujikan dalam tes pengukuran keahlian bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, dan sebagainya; sehingga mempelajari idiom menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan ketika kita ingin menguasai bahasa Inggris.

Jadi begitulah sedikit penjelasan mengenai Express Happiness in Idiom. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu penulis mengikuti Kelas General English di English Studio dengan tutornya Ms. Sari. Thanks :))

Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris


Kamis, 07 November 2019

Noun Clause

Hello guys, in this moment I would like to explain you about Noun Clause. As usual, I do this task to complete my weekly journal in English Studio. Let's read it!!

Noun Clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai noun. Karena berfungsi sebagai kata benda, noun clause dapat berfungsi sebagai komponen kalimat seperti subject, object of verb, object of preposition dan subject complement. Noun clause dibagi menjadi 4 tipe:

1. Question (Pertanyaan)
Noun clause dari question ada 2:
a. Yes/No Question
Conjuction: Whether dan If yang berarti apakah.
Contoh:
- Can she drive the car?
Whether she can drive the car doesn’t concern me. (NC)
 - Is Zul has married?
 No one knew if the rumor is true.
📌Sebagai subject 
Wheather or not he will come tomorrow is still uncertain.
📌 Sebagai object of verb
Contoh: Rahmat said wheather his friend was bringing the book.
📌 Sebagai object of preposition 
Contoh: There is a question wheather we should sign the form.
b. WH-question (Informative question)
📌 As pronoun .
Conjuction: Who(ever) yang berarti siapa yang (sebagai subjek), Whom(ever) berarti siapa yang (sebagai objek), What(ever) berarti apa yang (sebagai subjek), Which berarti apa yang (sebagai objek).
Contoh : 
- Whom you asked is my friend (As subject)
- We are shocked at what has happened. (As object)
📌 As modifier / adjective 
Conjunction: Whose berarti yang (kepunyaan siapa), Which yang (kepunyaan benda).
What yang berarti apa yang.
Contoh : 
- I do not know whose book john is reading.
- We have visited Japan, China, Thailand and Malaysia. And we do not know what countries we like very much.
📌 As Adverb 
Conjunction : Where (ver) berarti dimanapun, When(ever) berarti ketika atau saat, Why berarti yang (kenapa), How(ever) berarti yang (mana), How many berarti sebanyak (yang bisa dihitung), How much berarti sebanyak (yang tidak bisa dihitung).
Contoh: 
- I remember when she was was appointed as a teacher.
- How many student did a scientific research was still uncertain.

2. Statement (Pernyataan)
Conjuction : That berarti bahwa, The fact that berarti faktanya.
Contoh: 
- That coffee grows in Indonesia is very well-known.
- He was irritated by the fact that his wife spent so much money on clothes.
a. As subject difungsikan sebagai subject jika main verb nya berupa certain verb 
berikut: 
📌 Linking Verb : dari beberapa linking verb yang paling sering digunakan adalah ‘be’.
Contoh: That everyone got back safely was a great relief.
📌 Causative verb : make, have, dan get. 
Contoh: That John came late made me surprised.
📌 Expressing emotion : 
Contoh: That he was not consulted in the matter angered him.
📌 Verbs : Mean, matter, make a difference 
Contoh: That they are very rich means nothing to me. 
b. As Object : That clause yang berfungsi sebagai object umunya terletak setelah 
certain verb of ‘indirect speech’ dan certain verb yang menunjukan mental activity.
📌 Certain verbs of indirect speech (quoted speech)
Contoh: She taught me that I must be honest and fair with everyone.
📌 Certain verbs of mental activity and others
Contoh:
- We regret we can’t accept your invitation.
- I think he is a fool.
c. As complement : That clause Terletak setelah verb ‘be’.
Contoh: The idea that we take it in turn.
📌 As appositive 
Contoh: It was bad luck that he broke his leg.

3. Exclamation (Seruan)
Conjunction : What dan How yang berarti alangkah atau betapa. Conjunction what diikuti oleh noun/noun phrase, sedangkan conjunction how diikuti oleh adjective/adverb.
Contoh: 
- He realized what a hard problem his friend has.

Perbedaan how dalam exclamation dengan how dalam WH Question adalah:
Pola how dalam Exclamation:
How + Adj + S
How + Adv. of Manner + S + V1 + O
Contoh:
- I am amazed at how beautifully she dresses.
- I was surprised at how fast he runs.

Sementara how dalam WH Question
Ciri-ciri: conjunction-nya biasanya dimaknai dengan 'bagaimana'. Pola how dalam WH Question 
How + S + V1 + O
Contoh: 
- The question is how we can operate the machine.
- My question is how she runs.

4. Request (Nasihat, Keinginan atau Urgensi)
Conjunction : That yang berarti bahwa.
That clause harus terletak setelah kata kata tertentu (Certain verb, adjective, or noun) 
dengan pola: 
That + Subject + Verb (bare infinitive)
Contoh:
- We urge that he should leave now.
- He was very anxious for us to meet.
- My advice is that you see a doctor.

Jadi begitulah sedikit penjelasan mengenai Noun Clause. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu penulis mendapat tugas untuk presentasi bersama Rahmat dan Nelman di Kelas General English di English Studio dengan tutornya Ms. Sari. Thanks :))

Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Rabu, 30 Oktober 2019

Importance of Using English Idiom

Saat mempelajari bahasa Inggris, seringkali kita tidak asing dengan istilah idiom. Idiom sendiri berarti konstruksi kata atau ungkapan yang maknanya tidak bisa diartikan secara literal. Maksudnya, idiom tidak bisa diartikan secara lazim menurut kata penyusunnya; namun dapat dipahami oleh kelompok tertentu. Bisa dikatakan bahwa idiom merupakan bagian dari suatu budaya; sehingga ketika kita menjumpai atau mempelajari suatu budaya baru, kita juga akan menjumpai idiom-idiom baru. 

Cara untuk mengetahui apakah sebuah konstruksi kata termasuk sebuah idiom adalah dengan mengaitkan kalimat yang diungkapkan dengan topik pembicaraan. Apabila kalimat tersebut dirasa aneh atau 'tidak nyambung', bisa jadi si speaker memang sedang melontarkan sebuah idiom. Dan, cara untuk memahami makna dari sebuah idiom yang figuratif adalah dengan mempelajarinya. Namun, tidak semua idiom memiliki makna yang bisa ditebak seperti sebagian peribahasa yang dapat dilacak asal usulnya. Dan bisa dikatakan, satu-satunya jalan terbaik untuk bisa mengetahui arti dari sebuah idiom adalah dengan membaca atau bertanya.

Berikut adalah contoh idiom yang sering dipakai dalam bahasa Inggris:
1. An arm and a leg
Idiomnya bukan berarti lengan dan kaki. Tetapi idiomnya berarti mahal sekali.
Contoh: She paid an arm and a leg for rented a dormitory in this city.

2. Beat around the bush
Idiomnya bukan berarti memukul disekeliling semak, tetapi berarti tidak berbicara langsung mengenai sebuah masalah (bertele-tele).
Contoh: He always beats around the bush when he tries to answer his friend's question.

3. Last straw
Idiomya bukan berarti sedotan terakhir, tetapi akhir dari serangkaian masalah.
Contoh: Stop the pinching! This is the last straw!

4. Every cloud has a silver lining
Idiomnya bukan berarti setiap awan memiliki garis perak. Tetapi, berarti meskipun dalam keadaan susah pasti nanti akan ada kemudahan.
Contoh: I found a new job after losing my last one and I like this one more. You see, every cloud does have a silver lining.

Dan masih banyak lagi idiom-idiom lain yang bisa kita temukan dari buku cetak maupun internet. Idiom memudahkan kita berkomunikasi atau mencerna informasi dari native speaker. Dan tidak jarang pula idiom menjadi bagian dari soal yang diujikan dalam tes pengukuran keahlian bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, dan sebagainya; sehingga mempelajari idiom menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan ketika kita ingin menguasai bahasa Inggris.

Jadi begitulah sedikit penjelasan mengenai English Idiom. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu penulis mengikuti Kelas General English di English Studio dengan tutornya Ms. Sari. Thanks :))

Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Sabtu, 19 Oktober 2019

Penggunaan Adverb of Frequency

Hi guys
Welcome back..
Now, I wanna share you about "Adverb of Frequency"

Adverb of Frequency adalah kata keterangan yang menunjukkan repetition atau pengulangan (sering atau tidaknya) suatu peristiwa terjadi

Berikut adalah urutan Adverb of Frequency berdasarkan tingkat pengulangannya:
  • Always (100%)
    Penggunaan always berarti 'selalu' atau setiap waktu, selain always juga bisa menggunakan every time, each time dan all of the time.
    Contoh: - I always take a bath before I go to school.
                  - I take a bath before I go to school every day.
  • Almost (90%)
    Penggunaan almost berarti 'hampir', ini menunjukkan tidak selalu. Selain almost dapat menggunakan most of, nearly, all but dan mostly.Contoh: - We almost never meet him in the class.
  • Usually (70%)
    Penggunaan usually berarti 'biasanya' atau menunjukkan tingkat kebiasaan seseorang. Selain usually, dapat menggunakan normally, regularly, habitually, mainly dan frequently.
    Contoh: - They usually go to the cinema.
  • Often (50%)Penggunaan often berarti 'sering' atau menunjukkan bahwa melakukan kegiatan dengan intensitas banyak waktu. Selain often, dapat menggunakan many times.Contoh: - Ray often travels by train.
  • Sometimes (40%)
    Penggunaan sometimes berarti 'kadang-kadang' atau menunjukkan ada kalanya melakukan kegiatan. Selain sometimes, bisa menggunakan occasionally dan periodically.
    Contoh: They sometimes stay up all night.
  • Seldom (10%)
    Pengguanaan seldom berarti 'jarang' atau menunjukkan tingkatan hampir tidak pernah oleh seseorang dalam melakukan kegiatan. Selain seldom, dapat menggunakan never, barely, almost never, hardly dan scarity.
    Contoh: - Nita seldom drinks a cofee.
  • Never (0%)
    Pengguanaan never berarti 'tidak pernah' atau menunjukkan bahwa seseorang tidak pernah melakukan kegiatan tersebut. Selain never, dapat menggunakan not at all, at no time, not once, dan nevermore
    Contoh: - Ipa and Tia never bring me a new book.
Jadi begitulah penjelasan mengenai Adverb of Frequency. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu  penulis mengikuti Additional Class oleh Mr. Rusdy. Thanks :))
Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris


Senin, 14 Oktober 2019

IELTS Catcher: Reading Section, Sulitkah?


Hi guys..
How's life today?

Kali ini, saya ingin menjelaskan tentang cara mengerjakan Reading Section di IELTS. Berdasarkan pengalaman belajar selama 4 hari di English Studio di kelas General 2, saya mendapatkan banyak ilmu yang efektif dan efisien untuk meraih score tinggi dalam IELTS.
Dalam Reading Section, kita akan menjumpai sejumlah bacaan yang panjang dan menyita banyak waktu. Tetapi, ada beberapa langkah mudah untuk menjawab soalnya, yakni:
  1. Cari dan garis bawahi kata kunci
    Langkah ini untuk mengetahui maksud dari bacaan yang berhubungan dengan pertanyaan, sehingga memudahkan kita menemukan jawabannya.
  2. Perhatikan perintah soal dan pertanyaan
    Di beberapa Reading Section dapat kita jumpai soal  untuk memilih pilihan ABC; menentukan kalimat termasuk kategori True, False atau Not Given; memasangkan bagian dengan yang lain; melengkapi ringkasan dari bacaan; dll.
  3. Perhatikan manajemen waktu
    Manajemen waktu adalah kunci. Karena kita tidak ada tambahan waktu untuk semua section pada saat IELTS, begitu pula dalam Reading Section yang memiliki banyak bacaan.
  4. Gunakan cara skimming dan scanning
    Skiming adalah membaca cepat dengan tujuan untuk mengetahui tujuan dan isi keseluruhan dari bacaan. Sedangkan scanning adalah membaca cepat dengan tujuan untuk mengetahui dan mencari informasi tertentu. keduanya memiliki hal penting dalam menganalisis suatu bacaan.
    kemampuan pemahaman yang penting dalam menganalisis suatu bacaan.
  5. Gunakan jawaban yang logis
  6. Cek pertanyaan sebelum membaca bacaan
    Ada baiknya sebelum memulai untuk membaca bacaan, kita harus cek dulu pertanyaan apa yang ditanyakan sehingga ketika kita membaca bacaan tersebut kita dapat mengetahui jawabannya. Cara ini juga menghemat waktu kita dalam Reading Section.
Okay, berikut contohnya:



Dari langkah-langkah yang saya share di atas, dapat kita buat list-nya sebagai berikut:
  1. Perintah Soal: Menentukan kalimat termasuk kategori True, False atau Not Given
  2. Kata kunci pertanyaan
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place
  3. Baca skimming dan scanning
    Di saat kita membaca bacaan tersebut, kita langsung saja menuju pada kata kunci di pertanyaan yang sebelumnya telah kita temukan. Lalu kita telusuri di inti bacaannya. Maka, akan kita temukan:
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland ( Paragraph 1, Line 3)
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island (Paragraph 2, Line 3)
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place (Paragraph 2, Line 6)
  4. Identifikasi Kalimat
    Setelah kita menemukan kata kunci yang biasanya memiliki persamaan arti, maka kita dapat mengidentifikasi apakah kalimat tersebut termasuk True, False atau Not Given.
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland ( Paragraph 1, Line 3) --> True
    Alasan: Berdasarkan bacaan inti, kita dapat menemukan 900 CE yang berarti sama dengan 900 AD. Atau dengan kata lain, berarti tahun ke-900. "Circa" berarti kisaran waktu, so "People first settled in Iceland at the beginning of the 10th century" mempunyai arti sama dengan "the beginning of the 10th century".
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island (Paragraph 2, Line 3) --> True
    Alasan: Berdasarkan bacaan di atas, kita dapat menemukan "The islands sits astride the boundary between the Eurasian and North American Plates" yang berarti "The island is situated at the point where two of the earth's planets meet.
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place (Paragraph 2, Line 6) -->True
    Alasan: Berdasarkan bacaan yang kita temukan bahwa "Some volcanic activity occurs offshore, especially off the southern coast", yang berarti bahwa offshore = ocean/sea.


    Jadi, begitulah penjelasan mengenai Reading Seaction. Tulisan ini dibuat berdasarkan pemahaman penulis mengenai materi Reading Seaction untuk beberapa case soal.
    Semoga bermanfaat! ^^
#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Minggu, 12 Agustus 2018

Tidak Terlihat Dekat dengan Siapapun


Diskusi QuarterLifeCrisis beberapa hari yang lalu masih seputar dunia jodoh. Mungkin bagi teman-teman yang belum mengalami, atau sudah melewati, obrolan semacam ini bisa dianggap membosankan. Tapi bagi yang sedang mengalami, mendiskusikannya dan berusaha mencari jawaban yang menenangkan adalah sebuah proses penting untuk melewati fase tersebut. Salah satunya dengan curhat.
Salah satu teman kami berkesah, setiap kali pulang atau orang tuanya menelpon, sering ditanya sudah punya pacar atau belum (karena orang tuanya tidak tahu kalau anaknya tidak mau pacaran), atau dengan candaan guyonan dari teman-teman yang lain tentang seputar tersebut. Orang tuanya pun seringkali bertanya, kapan rencana menikah? Sudah ada calonnya belum? Atau dalam kalimat-kalimat tidak langsung seperti, “Wah ini undangan ke rumah banyak banget dari teman-teman SD mu, mereka sudah menikah ya, kayak masih kecil kok udah mau nikah aja.” dan lain-lain.
Sementara teman kami ini, ia sama sekali tidak terlihat dekat dengan siapapun. Sama sekali. Bahkan ketika kami tanya, “Emang nggak ada cowok yang lagi pdkt gitu?”Jawabnya, “Enggak ada”. Juga pertanyaan lain yang sejenis,”Nah, lagi deket sama siapa gitu? Meski dia nggak pdkt?” Jawabnya masih sama, “Enggak ada”.
Dan karena ketidak-adaan inilah yang mungkin juga membuat orangtuanya bertanya-tanya, kok anaknya nggak pernah cerita suka sama siapa, atau lagi dekat sama siapa, atau ada yang pdkt dan gimana? Sementara teman-teman sebaya lainnya bahkan sudah ada yang maju melamar, meski pada akhirnya belum juga menikah.
Usianya sudah cukup matang (dalam standar orang tuanya) untuk masuk ke fase berikutnya. Juga mungkin karena melihat anaknya yang santai-santai aja, cenderung biasa-biasa aja dalam menanggapi hal tsb. Semakin membuat orangtuanya cemas.
Terlepas dari semua itu, terlepas dari sikap cueknya dan kesan biasa-biasanya ini. Teman kami bercerita kepada kami, kalau pada akhirnya dia juga berpikir. Berpikir tentang kenapa dia tidak terlihat dekat dengan siapapun? Enggak ada yang pdkt sama dia, apa enggak ada yang tertarik? Menurut kami, aneh kalau tidak ada yang tertarik dengan perempuan semandiri dan semanis dia.
Sampai pada akhirnya, diskusi panjang tanpa solusi itu berakhir dengan sebuah konklusi, barangkali itu adalah cara Allah menjaganya (terutama setelah ia berhijrah dan memutuskan untuk enggak pacaran), barangkali itu adalah bentuk perlindungan, menyingkirkan laki-laki yang mau mendekatinya tapi tidak dalam levelnya. Dan tentu saja sudah bisa kami tebak, dengan salah satu sifat tegas yang dia miliki, laki-laki kalau cuma mau pdkt untuk pacaran pasti sudah ditendangnya jauh-jauh.
Dan akhirnya, hal terbaik yang bisa manusia lakukan atas apa yang terjadi dalam hidupnya adalah bersyukur. Bersyukur sebab ia tidak terlihat dekat dengan siapapun, bahkan tidak ada yang mencie-ciekan dirinya dengan siapapun. Seperti itulah caraNya menjaga kehormatannya, izzah-nya
Yogyakarta, 17 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi