Rabu, 30 Oktober 2019

Importance of Using English Idiom

Saat mempelajari bahasa Inggris, seringkali kita tidak asing dengan istilah idiom. Idiom sendiri berarti konstruksi kata atau ungkapan yang maknanya tidak bisa diartikan secara literal. Maksudnya, idiom tidak bisa diartikan secara lazim menurut kata penyusunnya; namun dapat dipahami oleh kelompok tertentu. Bisa dikatakan bahwa idiom merupakan bagian dari suatu budaya; sehingga ketika kita menjumpai atau mempelajari suatu budaya baru, kita juga akan menjumpai idiom-idiom baru. 

Cara untuk mengetahui apakah sebuah konstruksi kata termasuk sebuah idiom adalah dengan mengaitkan kalimat yang diungkapkan dengan topik pembicaraan. Apabila kalimat tersebut dirasa aneh atau 'tidak nyambung', bisa jadi si speaker memang sedang melontarkan sebuah idiom. Dan, cara untuk memahami makna dari sebuah idiom yang figuratif adalah dengan mempelajarinya. Namun, tidak semua idiom memiliki makna yang bisa ditebak seperti sebagian peribahasa yang dapat dilacak asal usulnya. Dan bisa dikatakan, satu-satunya jalan terbaik untuk bisa mengetahui arti dari sebuah idiom adalah dengan membaca atau bertanya.

Berikut adalah contoh idiom yang sering dipakai dalam bahasa Inggris:
1. An arm and a leg
Idiomnya bukan berarti lengan dan kaki. Tetapi idiomnya berarti mahal sekali.
Contoh: She paid an arm and a leg for rented a dormitory in this city.

2. Beat around the bush
Idiomnya bukan berarti memukul disekeliling semak, tetapi berarti tidak berbicara langsung mengenai sebuah masalah (bertele-tele).
Contoh: He always beats around the bush when he tries to answer his friend's question.

3. Last straw
Idiomya bukan berarti sedotan terakhir, tetapi akhir dari serangkaian masalah.
Contoh: Stop the pinching! This is the last straw!

4. Every cloud has a silver lining
Idiomnya bukan berarti setiap awan memiliki garis perak. Tetapi, berarti meskipun dalam keadaan susah pasti nanti akan ada kemudahan.
Contoh: I found a new job after losing my last one and I like this one more. You see, every cloud does have a silver lining.

Dan masih banyak lagi idiom-idiom lain yang bisa kita temukan dari buku cetak maupun internet. Idiom memudahkan kita berkomunikasi atau mencerna informasi dari native speaker. Dan tidak jarang pula idiom menjadi bagian dari soal yang diujikan dalam tes pengukuran keahlian bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, dan sebagainya; sehingga mempelajari idiom menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan ketika kita ingin menguasai bahasa Inggris.

Jadi begitulah sedikit penjelasan mengenai English Idiom. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu penulis mengikuti Kelas General English di English Studio dengan tutornya Ms. Sari. Thanks :))

Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Sabtu, 19 Oktober 2019

Penggunaan Adverb of Frequency

Hi guys
Welcome back..
Now, I wanna share you about "Adverb of Frequency"

Adverb of Frequency adalah kata keterangan yang menunjukkan repetition atau pengulangan (sering atau tidaknya) suatu peristiwa terjadi

Berikut adalah urutan Adverb of Frequency berdasarkan tingkat pengulangannya:
  • Always (100%)
    Penggunaan always berarti 'selalu' atau setiap waktu, selain always juga bisa menggunakan every time, each time dan all of the time.
    Contoh: - I always take a bath before I go to school.
                  - I take a bath before I go to school every day.
  • Almost (90%)
    Penggunaan almost berarti 'hampir', ini menunjukkan tidak selalu. Selain almost dapat menggunakan most of, nearly, all but dan mostly.Contoh: - We almost never meet him in the class.
  • Usually (70%)
    Penggunaan usually berarti 'biasanya' atau menunjukkan tingkat kebiasaan seseorang. Selain usually, dapat menggunakan normally, regularly, habitually, mainly dan frequently.
    Contoh: - They usually go to the cinema.
  • Often (50%)Penggunaan often berarti 'sering' atau menunjukkan bahwa melakukan kegiatan dengan intensitas banyak waktu. Selain often, dapat menggunakan many times.Contoh: - Ray often travels by train.
  • Sometimes (40%)
    Penggunaan sometimes berarti 'kadang-kadang' atau menunjukkan ada kalanya melakukan kegiatan. Selain sometimes, bisa menggunakan occasionally dan periodically.
    Contoh: They sometimes stay up all night.
  • Seldom (10%)
    Pengguanaan seldom berarti 'jarang' atau menunjukkan tingkatan hampir tidak pernah oleh seseorang dalam melakukan kegiatan. Selain seldom, dapat menggunakan never, barely, almost never, hardly dan scarity.
    Contoh: - Nita seldom drinks a cofee.
  • Never (0%)
    Pengguanaan never berarti 'tidak pernah' atau menunjukkan bahwa seseorang tidak pernah melakukan kegiatan tersebut. Selain never, dapat menggunakan not at all, at no time, not once, dan nevermore
    Contoh: - Ipa and Tia never bring me a new book.
Jadi begitulah penjelasan mengenai Adverb of Frequency. Inspirasi menulis materi ini didapat sewaktu  penulis mengikuti Additional Class oleh Mr. Rusdy. Thanks :))
Semoga bermanfaat! ^^

#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris


Senin, 14 Oktober 2019

IELTS Catcher: Reading Section, Sulitkah?


Hi guys..
How's life today?

Kali ini, saya ingin menjelaskan tentang cara mengerjakan Reading Section di IELTS. Berdasarkan pengalaman belajar selama 4 hari di English Studio di kelas General 2, saya mendapatkan banyak ilmu yang efektif dan efisien untuk meraih score tinggi dalam IELTS.
Dalam Reading Section, kita akan menjumpai sejumlah bacaan yang panjang dan menyita banyak waktu. Tetapi, ada beberapa langkah mudah untuk menjawab soalnya, yakni:
  1. Cari dan garis bawahi kata kunci
    Langkah ini untuk mengetahui maksud dari bacaan yang berhubungan dengan pertanyaan, sehingga memudahkan kita menemukan jawabannya.
  2. Perhatikan perintah soal dan pertanyaan
    Di beberapa Reading Section dapat kita jumpai soal  untuk memilih pilihan ABC; menentukan kalimat termasuk kategori True, False atau Not Given; memasangkan bagian dengan yang lain; melengkapi ringkasan dari bacaan; dll.
  3. Perhatikan manajemen waktu
    Manajemen waktu adalah kunci. Karena kita tidak ada tambahan waktu untuk semua section pada saat IELTS, begitu pula dalam Reading Section yang memiliki banyak bacaan.
  4. Gunakan cara skimming dan scanning
    Skiming adalah membaca cepat dengan tujuan untuk mengetahui tujuan dan isi keseluruhan dari bacaan. Sedangkan scanning adalah membaca cepat dengan tujuan untuk mengetahui dan mencari informasi tertentu. keduanya memiliki hal penting dalam menganalisis suatu bacaan.
    kemampuan pemahaman yang penting dalam menganalisis suatu bacaan.
  5. Gunakan jawaban yang logis
  6. Cek pertanyaan sebelum membaca bacaan
    Ada baiknya sebelum memulai untuk membaca bacaan, kita harus cek dulu pertanyaan apa yang ditanyakan sehingga ketika kita membaca bacaan tersebut kita dapat mengetahui jawabannya. Cara ini juga menghemat waktu kita dalam Reading Section.
Okay, berikut contohnya:



Dari langkah-langkah yang saya share di atas, dapat kita buat list-nya sebagai berikut:
  1. Perintah Soal: Menentukan kalimat termasuk kategori True, False atau Not Given
  2. Kata kunci pertanyaan
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place
  3. Baca skimming dan scanning
    Di saat kita membaca bacaan tersebut, kita langsung saja menuju pada kata kunci di pertanyaan yang sebelumnya telah kita temukan. Lalu kita telusuri di inti bacaannya. Maka, akan kita temukan:
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland ( Paragraph 1, Line 3)
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island (Paragraph 2, Line 3)
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place (Paragraph 2, Line 6)
  4. Identifikasi Kalimat
    Setelah kita menemukan kata kunci yang biasanya memiliki persamaan arti, maka kita dapat mengidentifikasi apakah kalimat tersebut termasuk True, False atau Not Given.
    a. Kalimat Pertanyaan 1: Settled in Iceland ( Paragraph 1, Line 3) --> True
    Alasan: Berdasarkan bacaan inti, kita dapat menemukan 900 CE yang berarti sama dengan 900 AD. Atau dengan kata lain, berarti tahun ke-900. "Circa" berarti kisaran waktu, so "People first settled in Iceland at the beginning of the 10th century" mempunyai arti sama dengan "the beginning of the 10th century".
    b. Kalimat Pertanyaan 2: Situate of the island (Paragraph 2, Line 3) --> True
    Alasan: Berdasarkan bacaan di atas, kita dapat menemukan "The islands sits astride the boundary between the Eurasian and North American Plates" yang berarti "The island is situated at the point where two of the earth's planets meet.
    c. Kalimat Pertanyaan 3: Volcanic activity's place (Paragraph 2, Line 6) -->True
    Alasan: Berdasarkan bacaan yang kita temukan bahwa "Some volcanic activity occurs offshore, especially off the southern coast", yang berarti bahwa offshore = ocean/sea.


    Jadi, begitulah penjelasan mengenai Reading Seaction. Tulisan ini dibuat berdasarkan pemahaman penulis mengenai materi Reading Seaction untuk beberapa case soal.
    Semoga bermanfaat! ^^
#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Minggu, 12 Agustus 2018

Tidak Terlihat Dekat dengan Siapapun


Diskusi QuarterLifeCrisis beberapa hari yang lalu masih seputar dunia jodoh. Mungkin bagi teman-teman yang belum mengalami, atau sudah melewati, obrolan semacam ini bisa dianggap membosankan. Tapi bagi yang sedang mengalami, mendiskusikannya dan berusaha mencari jawaban yang menenangkan adalah sebuah proses penting untuk melewati fase tersebut. Salah satunya dengan curhat.
Salah satu teman kami berkesah, setiap kali pulang atau orang tuanya menelpon, sering ditanya sudah punya pacar atau belum (karena orang tuanya tidak tahu kalau anaknya tidak mau pacaran), atau dengan candaan guyonan dari teman-teman yang lain tentang seputar tersebut. Orang tuanya pun seringkali bertanya, kapan rencana menikah? Sudah ada calonnya belum? Atau dalam kalimat-kalimat tidak langsung seperti, “Wah ini undangan ke rumah banyak banget dari teman-teman SD mu, mereka sudah menikah ya, kayak masih kecil kok udah mau nikah aja.” dan lain-lain.
Sementara teman kami ini, ia sama sekali tidak terlihat dekat dengan siapapun. Sama sekali. Bahkan ketika kami tanya, “Emang nggak ada cowok yang lagi pdkt gitu?”Jawabnya, “Enggak ada”. Juga pertanyaan lain yang sejenis,”Nah, lagi deket sama siapa gitu? Meski dia nggak pdkt?” Jawabnya masih sama, “Enggak ada”.
Dan karena ketidak-adaan inilah yang mungkin juga membuat orangtuanya bertanya-tanya, kok anaknya nggak pernah cerita suka sama siapa, atau lagi dekat sama siapa, atau ada yang pdkt dan gimana? Sementara teman-teman sebaya lainnya bahkan sudah ada yang maju melamar, meski pada akhirnya belum juga menikah.
Usianya sudah cukup matang (dalam standar orang tuanya) untuk masuk ke fase berikutnya. Juga mungkin karena melihat anaknya yang santai-santai aja, cenderung biasa-biasa aja dalam menanggapi hal tsb. Semakin membuat orangtuanya cemas.
Terlepas dari semua itu, terlepas dari sikap cueknya dan kesan biasa-biasanya ini. Teman kami bercerita kepada kami, kalau pada akhirnya dia juga berpikir. Berpikir tentang kenapa dia tidak terlihat dekat dengan siapapun? Enggak ada yang pdkt sama dia, apa enggak ada yang tertarik? Menurut kami, aneh kalau tidak ada yang tertarik dengan perempuan semandiri dan semanis dia.
Sampai pada akhirnya, diskusi panjang tanpa solusi itu berakhir dengan sebuah konklusi, barangkali itu adalah cara Allah menjaganya (terutama setelah ia berhijrah dan memutuskan untuk enggak pacaran), barangkali itu adalah bentuk perlindungan, menyingkirkan laki-laki yang mau mendekatinya tapi tidak dalam levelnya. Dan tentu saja sudah bisa kami tebak, dengan salah satu sifat tegas yang dia miliki, laki-laki kalau cuma mau pdkt untuk pacaran pasti sudah ditendangnya jauh-jauh.
Dan akhirnya, hal terbaik yang bisa manusia lakukan atas apa yang terjadi dalam hidupnya adalah bersyukur. Bersyukur sebab ia tidak terlihat dekat dengan siapapun, bahkan tidak ada yang mencie-ciekan dirinya dengan siapapun. Seperti itulah caraNya menjaga kehormatannya, izzah-nya
Yogyakarta, 17 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi

Selasa, 31 Juli 2018

Dauroh Inspirasi Akhwat; Bolehkah Aku Tampil Syantik?

Seminggu yang lalu, tepatnya pada hari Ahad pagi (29/7/2018). Saya mengikuti dauroh akhwat di Masjid Agung Karanganyar, Jawa Tengah.

Materi dauroh pada hari itu adalah seputar fikih berhias dan fenomena hijab masa kini. Dauroh kali itu disajikan dengan sangat manis, ya walaupun terkadang di tengah materi saya tidak bisa menahan kantuk yang amat sangat. Ini nih karena di hari sebelumnya saya berkutat di acara relawan hingga larut malam. Alhamdulillah, hehe

Oke back to this point 'bout dauroh.
Dauroh yang mengusung tema, "Bolehkah Aku Tampil Syantik?", ini juga terinspirasi oleh lagunya Siti Badriah yang memang lagi banyak digandrungi dan acapkali lirik-lirik lagunya terlontar begitu saja. Apalagi bila di tempat umum yang memainkan musik pop berjudul; Syantik ini.

Yapp, what's on your mind 'bout cantik?
Cantik diidentikkan dengan sesuatu yang indah, menawan, make-up/berhias. Dalam islam sendiri, definisi cantik adalah sesuatu yang bersih dan rapih. Maka benar adanya pepatah bila 'kebersihan adalah bagian iman'.
Penjelasan cantik inipun diperkuat dengan gagasan Mba Asri Istiqomah, seorang pembicara dan wedding planner dari Boyolali, Jawa Tengah. Mba Asri menuturkan, menjadi sholihah itu harus punya 3 beauty. 3 beauty itu meliputi; healthy inside, fresh outside and brightly mindset.
1. Healthy Inside
Menjadikan diri sebenar-benarnya kuat. Ruh yang kuat, dipengaruhi oleh keimanan kita kepada Allah. Salah satunya adalah dengan menerima takdir-Nya. Kemudian, kita evaluasi untuk memperbaiki. Seorang wanita yang mempunyai ruh kuat, maka ia juga akan melahirkan anak-anak hebat. Sebagai contoh; seorang wanita pejuang, ia juga akan melahirkan anak-anak pejuang hebat. Tidak mungkin ia akan mendidik anak-anaknya penuh dengan drama.
2. Fresh Outside
Penampilan yang sopan, rapi, keren, hati yang baik. Menjadi pribadi yang ramah sehingga orang-orang merasakan kehadirannya sebagai hal yang menyejukkan.
3. Brightly Mindset
Sebagai seorang wanita, ada baiknya dan diharuskan untuk menjadi sosok yang pintar. Sebab, otak intelegensi dan kreatifitasnya dituntut baik kepada rekan maupun keluarganya kelak.
Menurut penelitian, gen otak wanita juga mendominansi gen otak anak-anaknya. Sehingga, kita para wanita sudah menjadi kewajiban kita menjadi pintar dan cerdas. Bukankah seorang ibu adalah al-ummu madrasah al-ula (ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya).
Menjadi wanita juga tak selalu tentang menuntut dan meminta, mestinya kita juga bisa menjadi problem solver atau paling tidak kita bisa diajak berdiskusi dan memberi solusi.

Karena cantik itu akan tampil nyata ketika kita berhias, maka dauroh kali ini pun mendatangkan Ust Tri Dadi, seorang guru sekaligus pembicara yang membawakan materi fikih berhias. Ust Tri Dadi menerangkan bahwa cantiknya wanita masa kini banyak sekali yang ditujukan untuk cantik dhohir (cantik yang berorientasi ke dunia).

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah" -HR Muslim No 1467

Perhiasan adalah hal yang berharga mahal. Maka sepatutnya kita jaga dan lindungi. Begitu pula dengan seorang wanita.

Namun, menjadi wanita juga hal yang berat. Bukankah kebanyakan peghuni neraka adalah wanita? Entah itu karena lisan, tindakan, pikiran maupun kemaluannya yang tak dijaga sehingga menyeretnya ke dalam neraka. Naudzubillah, semoga kita bukan termasuk golongan mereka.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila wanita melaksanakan sholat 5 waktu, menjalankan puasa, menjaga kemaluan dan taat pada suaminya maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang ia suka".

Maka, boleh jadi dengan riwayat tadi, kita bisa menyelami sisi dari pintu mana kita akan kembali. Neraka kah? Atau surga kah?

Taat pada Allah

Dalam Qur'an surat At-Taubah ayat 24, diterangkan, "Sesungguhnya anak-anak, harta, perniagaan, dan tempat tinggal adalah lebih dicintai dari Allah dan Rasul dan dari jihad maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan; tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik".
Dari ayat tersebut, kita dapat menyimpulkan; jika Allah yang Maha Memberi saja kita acuhkan, tidak kita taati, lantas kehidupan seperti apa yang kita ingini? Menunggu sampai Allah mendatangkan murka-Nya? Padahal jelas-jelas kita sudah dikode oleh Yang Maha Kuasa, tapi mengapa kita tidak peka? Fa'fuanny ya Rabb..

Menutup Aurat
Menutup aurat adalah wajib. Dalam Quran surat Al-Ahzab ayat 59; " ​Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mu’min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ketubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang".

Aurat diartikan sebagai hal yang buruk, jelek, kurang dan malu. Sehingga aurat ini memang harus kita tutupi. Ust Tri Dadi, menuturkan bahwa aurat adalah bagian tubuh yang tak pantas diperlihatkan orang lain kecuali mahram. Untuk penjelasan lebih, dapat dibaca QS An Nur: 31 dan Al-'Araf: 26.

Adab Berpakaian Bagi Wanita
1. Menutup aurat
2. Tidak tipis
3. Tidak sempit/ketat
4. Tidak mencolok
5. Tidak menyerupai lelaki
6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir
7. Tidak memakai wewangian yang berlebihan
8. Tidak menggunakan pakaian yang berlebihan

Maka sudah sepantasnyalah, apabila kita mengerti ilmu maka kita menerapkannya. Dan sudah sepantasnyalah, jika kita sebagai muslim/muslimah, kita mempunyai adab/aturan berpakaian agar menjadi tolok ukur bahwa kita adalah sebenar-benarnya orang Islam.
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut" (HR. Abu Dawud dan Abdullah bin Umar)

Dauroh tersebut ditutup dengan tutorial berdandan bagi kaum hawa, agar tidak tabaruj di tengah kondisi dunia yang semakin membara. Dan tak lupa saya simpulkan adalah;
Menjadi wanita yang sebenar-benarnya sholihah. Yang tidak hanya pintar secara akademik, namun juga memahami persoalan hidup yang sedang terjadi. Yang tidak hanya pintar di sekolah, namun juga bisa memperbaiki keadaan rumah. Sehebat apapun kita, setinggi apapun gelarnya, kita tetaplah seorang wanita akhir zaman berharap surga.

Selasa, 31 Juli 2018
-ditulis ditengah kegabutan menunggu jadwal sidang dan baru tersadarkan ada setitik ilmu dauroh kemarin yang belum tersampaikan

Jumat, 20 Juli 2018

Ketika Cantik, Hanya untuk Dilihat

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman lama terlibat dalam sebuah diskusi. Mungkin karena tidak lama ngobrol ngalor ngidul. Diskusi kami membahas banyak hal. Salah satu hal yang kami ingat adalah tentang fenomena orang-orang yang begitu ingin menampilkan sisi-sisi pribadi dari hidupnya.
Rela menjadikan privasinya sebagai sesuatu yang umum. Rela memperlihatkan detail-detail dirinya secara total dan menjadi sesuatu yang umum. Pembahasan ini sebenarnya tentang kasus krisisnya tentang pasangan hidup ditengah-tengah kariernya yang menurutku sudah cukup. Juga usianya yang menurutku lebih dari cukup untuk masuk ke jenjang tanggungjawab yang berbeda. Dan saya sudah menikah, mungkin sebabnya pembahasan itu menjadi lebih realistis. Tidak seperti dulu, beberapa tahun yang lalu.
Salah satu katanya itu menarik, “Kalau melihat perempuan-perempuan yang hilir mudik di instagram itu, cantik-cantik sih emang, captionnya pun luar biasa bijak. Tapi buatku, mereka itu hanya untuk dilihat, tidak sampai membuatku ingin menikah dengannya.”ujarnya
Tentu jawaban ini bisa didebat, tapi aku tidak ingin mendebatnya. Apalagi itu hanya timbul dari asumsinya, tidak mengenal dengan baik dan personal siapa perempuan-perempuan yang hilir mudik di media sosialnya itu. Tapi aku lebih tertarik, sebab mengapa hal itu muncul di pikirannya.
“Entahlah. Mungkin karena gue anak ekonomi kali ya, tapi mungkin ini enggak ada hubungannya. Kalau kita berpikir secara ekonomi, ketika kita mau menjual sesuatu, katakanlah promosi. Kita akan menampilkan yang terbaik yang bisa kita jual kepada calon pembeli. Kalau kita tidak punya ini, kita punya itu. Kalau semua itu ditarik ke sisi manusia. Kita bisa melihat secara langsung, kalau kita tidak memiliki kecerdasan yang cukup, kita akan menawarkan tenaga atau kekuatan kita. Kalau kita tidak punya kekuatan juga kecerdasan, kita mungkin bisa menawarkan hal yang lain. Sampai ada yang paling ekstrem seperti menawarkan tubuhnya, organnya, bahkan bayinya untuk dijual.”
Aku berusaha menyimak, cara berpikirnya memang sedikit menarik.
“Di media sosial itu, orang tidak punya berusaha menampilkan agar menjadi punya. Manipulatif. Berusaha tampil secara fisik menarik. Entah dari tubuh, gaya hidup, makanan yang dimakan, tempat bepergiannya, dan sebagainya.”
Saya manggut-manggut.
“Dan terakhir, ketika ia tidak memiliki hal lain seperti kecerdasan atau kemampuan-kemampuan lainnya, ia akan menampilkan kecantikannya. Sebagai nilai jualnya.”
“Kesimpulannya apa?” tanyaku.
“Gue nyari yang cerdas, yang rendah hati, yang tahu adab dan menjaga diri. Dan yang seperti itu, gue tahu mereka nggak akan menawarkan dirinya melalui kecantikan diri. Dengan make up, pakaian paling anggun, sambil makan cantik di tempat hits. Karena mereka tahu dimana nilai jual mereka. Bukan di kecantikan.”
Saya manggut-manggut lagi. Dulu saya menemukan istri saya di organisasi, bukan di instagram sih.
“Dan yang seperti itu, mainannya tidak di dunia maya.” ujarnya mantab, sambil menyeruput es teh terakhirnya.
Yogyakarta, 19 September 2017 | ©kurniawangunadi

Jika Istrimu Seorang Engineer

Kalian tahu, para lelaki, tidak mudah bagi seorang wanita untuk memutuskan jadi engineer. Mereka harus bergumbul di dunia yang seharusnya tempat laki-laki berada bukannya wanita. Mereka harus bersaing diantara para lelaki cerdas dan berlogika kuat, tapi tak apalah toh ini salah satu cita-citanya. Toh sekarang adalah jamannya emansipasi wanita “katanya”.
Jika istrimu adalah seorang engineer, yang mungkin di mata orang umum hanya bisa mengutak-atik program di komputer. Menghitung segala rumus-rumus rumit, membuat analisa untuk proyek-proyek besarnya, tapi ingatlah mereka masih tetaplah seorang wanita. Seorang wanita yang tetap menjadi ibu yang lembut bagi anak-anak kalian kelak. Ibu yang akan menggendong anak-anak kalian ketika mulai rewel. Ibu yang membuatkan susu untuk mereka ketika mulai menangis. Ibu yang mengganti popok mereka, memandikan mereka dan masih banyak hal yang dia lakukan.
Mungkin di mata kalian, seorang engineer hanya menghabiskan waktunya berlama-lama didepan komputer, rapat bersama clientpenting, survey di site projectmereka. Namun ingatlah, kalian suami dan anak-anak tetap berada di hatinya sepanjang waktu, kemanapun dia pergi. Dia adalah orang yang tak akan lupa menyebut kalian dalam doa disetiap sujudnya dan disetiap langkahnya.
Dialah yang selalu melakukan semua tugas rumah tangga yang sudah menjadi kewajibannya. Dialah yang nantinya akan bangun paling pagi sebelum kalian bangun, tetapi dia jugalah yang akan tidur paling akhir. Dia akan selalu memastikan anak-anaknya bisa tidur dengan lelap, bahkan dia akan memastikan tidak ada seekor nyamuk pun yang akan menggangu tidur anak-anaknya nanti. Dia juga yang akan mencium keningmu saat kamu tidur, bahkan memijat-mijat badan kalian ketika kalian mulai mengeluh capek.
Jika istrimu adalah seorang engineer, yang mungkin dimata orang umum kurang pandai berdandan seperti wanita modis yang lain, tapi dia akan berusaha cantik di matamu. Dia akan berusaha membuat dirinya terlihat menarik dan tetap pintar tentunya di matamu.
Jika istrimu adalah seorang engineer, yang mungkin di mata orang umum adalah sesosok wanita yang cuek dan tomboy. Ingatlah dia tidak bisa secuek itu, dia tetaplah seorang manusia biasa yang akan stress dan tertekan ketika banyak deadline yang harus diselesaikannya. Dia tetaplah seorang manusia yang akan merasa terpuruk ketika atasannya memarahinya. Dia juga tetap akan menitikkan air mata saat dia sudah merasa terlalu capek menahan semua beban yang ada di pundaknya.
Dia tetap butuh pelukan hangat darimu yang bisa menentramkan, dia tetap butuh senyuman tulus darimu. Tetaplah genggam tangannya ketika dia mulai jatuh. Tetaplah berada di depannya ketika dia butuh perlindungan. Dan tetaplah berada di sisinya karena meskipun tampak kuat dia hanyalah seorang wanita yang butuh didampingi disetiap langkahnya.
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Submitted :
Ayu Haristyana
Seorang Engineer dan Seorang Istri
Teknik Kelautan – ITS
dikutip dari blog Kurniawan Gunadi